MINIMNYA FASILITAS KESEHATAN DAN SDM DITENGARAI PENYEBAB ISU SANTET

Upload by - Selasa, 20 Mei 2014

Blitar – Minimnya fasilitas kesehatan dan kurangnya SDM masyarakat pesisir di Kabupaten Blitar merupakan factor penyebab masih menguatnya isu santet. Hal ini seperti diakui Ketua Dewan Penasehat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kab. Blitar, Rijanto. Menurut Rijanto, karakteristik warga yang masih percaya adanya ilmu santet ditengarai karena kurangnya SDM masyarakat khususnya mereka yang tinggal di daerah pinggiran atau pesisir. Tentu wilayah yang terisolir dan jauh dari pusat kota menjadikan mereka kesulitan mengakses fasilitas kesehatan yang jumlahnya pun tidak menyentuh kawasan tempat tinggal mereka.

Akibatnya kondisi ini semakin menguatkan kepercayaan masyarakat untuk berobat kepada orang pintar atau dukun. Belum lagi jika ditambah factor-faktor pencetus seperti masalah ekonomi, konflik pribadi bahkan persaingan yang pada akhirnya melahirkan isu dukun santet. Diakui Rijanto yang juga Wakil Bupati Blitar, untuk mengeliminir hal tersebut Pemkab.Blitar akan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman agar masyarakat lebih memilih metode pengobatan secara medis daripada alternatif yang mengandung unsur mistis. Tentu inipun harus didukung upaya pemerintah dalam menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai bagi masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di daerah pesisir dan terisolir.

Munculnya isu atau kasus dukun santet di Kab.Blitar bukan kali ini saja terjadi. Kasus dukun santet sebelumnya juga pernah terjadi pada tahun 2009 di Desa Ngeni dan tahun 2012 di Desa Sumberboto Kec. Wonotirto. (IM-Dishubkominfo)