KADER PKK, MOTOR PENGGERAK KESEJAHTERAAN KELUARGA

Upload by - Jum'at, 20 Juni 2014

Blitar – Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kabupaten Blitar dengan 10 program pokoknya bertujuan untuk memberdayakan Keluarga dan masyarakat. Kader PKK yang notabene adalah ibu-ibu sebagai motor penggeraknya menuju masyarakat Kabupaten Blitar yang religius, sehat, maju dan mandiri.

Bupati Blitar, H.Herry Noegroho usai  melantik Tim Penggerak PKK Kabupaten Blitar 2014-2019 dan Pengukuhan Bunda PAUD 2014 di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Kamis (20/6) mengungkapkan, sasaran PKK adalah keluarga  di desa maupun di kota perlu ditingkatkan kepribadian dan kemampuannya dalam berbagai bidang; mental spiritual, fisik material yang meliputi sandang, pangan, papan, kesempatan kerja. Mengingat pentingnya peran dan sasaran dari PKK dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat, maka perhatian Pemerintah Kabupaten Blitar terhadap pelaksanaan 10 program pokok PKK akan senantiasa ditingkatkan, dibuktikan antara lain dengan; kelembagaan PKK yang semakin mantap, komitmen politis dan koordinasi serta dukungan kuat dari anggota Pembina. Sedangkan terkait pendanaan, Pemerintah Kabupaten Blitar mengupayakan selalu ada peningkatan dari tahun ketahun melalui Dinas Kesehatan, BPPKB, Bapemas dan dinas terkait lainnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga memberikan apresiasi atas jerih payah Tim PKK selama ini. Terbukti, kegiatan Tim PKK Kabupaten Blitar mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Misalnya; berkembangnya taman posyandu, pelayanan imunisasi dan PHBS.

 

PAUD, Media Eksplorasi Minat dan Bakat Anak

Keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting dan strategis dalam membina tumbuh kembnag anak secara optimal.  Melalui PAUD bakat dan minat anak bisa digali dan di eksplorasi sejak dini. Golden Age (masa keemasan/usia keemasan) inilah, potensi, minat dan bakat anak agar dibina agar berkembang lebih baik dan optimal.

Bupati Blitar juga menjelaskan, kematian ibu melahirkan (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) masih sangt tinggi. Dampak dari tingginya angka kematian ibu melahirkan dan tingginya angka kematian bayi mengakibatkan total fertility rate (TFR) di Kabupaten Blitar relative tinggi sekitar 2,1 atautertinggi di Jatim. Untuk itu, Bupati berharap, kader PKK  ikut deteksi dini terhadap gejala yang mengakibatkan terjadinya angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi. Selanjutnya kader dasa Wisma untuk segera menghubungi Bidan yang ada di setiap Desa/Kelurahan.

Sekedar catatan, Bupati Blitar dalam kesempatan tersebut melantik Kader Tim PKK Kabupaten Blitar periode 2014-2019 sesuai SK Bupati 188/238/409.012/KPTS/2014 tertanggal 9 Juni 2014 dan pengukuhan Bunda PAUD sesuai SK Nomor 188/165/409.012/KPTS/2014 tentang Pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten Blitar 2014. (Humas)