DEMPLOT, SOLUSI WUJUDKAN TEMBAKAU KADAR NIKOTIN RENDAH

Upload by - Selasa, 23 September 2014

Blitar – Kebijakan Pemerintah melalui Pedoman Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan Sangsi Penyalahgunaan DBHCHT melalui Permenkeu, nomor 20/PMK/07/2009, antara lain diamanatkan bahwa penggunaan DBHCHT untuk mendorong pembudiyaan bahan baku/tembakau berkadar nikotin rendah. Untuk mewujudkan tujuan tersebut dibutuhkan upaya pengembangan SDM petani dengan peningkatan penguasaan pengetahuan dalam penerapan teknologi budidaya bahan baku/tembakau antara lain melalui demonstrasi plot (Demplot).

Ir.Indra Gunawan, Kepala BP4K Kabupaten Blitar saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu di ruang kerjanya mengungkapkan, demplot yang dikembangkan untuk wilayah Kabupaten Blitar 6 titik lokasi dengan luas area sekitar 6 hektare.  Kecamatan Panggungrejo 2 lokasi, Gandusari 1 lokasi, Garum 1 lokasi, Sutojayan 1 lokasi dan Wonodadi 1 lokasi. Demplot pengembanan areal tembakau merupakan unit percontohan dalam budidaya tembakau sesaui dengan rekomendasi teknis budidaya pada areal pengembangan potensi penghasil bahan baku/tembakau menuju terwujudnya produktifitas bahan baku/tembakau berkadar nikotin rendah, sehat dan berdaya saing.

Mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Blitar ini juga menjelaskan, selain mewujudkan tembakau nikotin rendah, demplot juga  meningkatkan efektifitas penggunaan lahan disaat musim kering/kurang air melalui diversifikasi budidaya tanaman tembakau, meningkatkan pendapatn dan kesejahteraan petani, khususnya petani tembakau serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Dijelaskan pula,  proses perencanaan kegiatan Demplot Pengembangan Areal Tembakau antara lain; calon lokasi harus memiliki syarat kesesuaian untuk komoditas tembakau yang mantap baik tanah maupun iklimnya dan petani bersedia, hal ini dilakukan melaluiidentifikasi calon petani calon lokasi kegiatan (CPCL), petani melalui kelompok tani mengajukan proposal kegiatan kepada Bapak Bupati yang dibimbing oleh penyuluh dan diketahui oleh Kepala Desa/Kelurahan setempat.

Lebih lanjut diungkapkan, berdasarkan analisa usaha tani pada kegiatan demplot tembakau seluas 1,00 hektare diperileh data bahwa biaya keseluruhan Rp.21.250.000, nilai hasil Rp.45.300.000, maka pendapatan yang diperoleh Rp.24.050.000. Dengan memperhatikan hasil analisa usahatani tersebut, maka dengan kegiatan demplot pengembangan areal tembakau tersebut mmeberikan keuntungan sebesar Rp.24.050.000/setiap hektare.  Atau dengan kata lain stu hectare mmapu menghasilkan 1,8 ton tembakau kering. Harapannya kedepan kegiatan demplot akan disempurnakan dari tahun ketahun. Juga akan ditindaklanjuti dengan Sekolah Lapangan Pengelolaan Sumberdaya dan tanaman Terpadu (SLPTT) Komoditas Tembakau, pelatihan penanganan panen dan pascapanen tembakau, pelatihan pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati, pelatihan teknik pengendalian hama/penyakit tembakau serta pelatihan penguatan kelembagaan kelompok petani tembakau.

 

Mewujudkan Petani Tradisional Menjadi Modern

 

BP4K terus berbenah, terutama meningkatkan produktifitas pertanian yakni beras.Ini bisa dimaksimalkan jika SDM yang notabene adalah petani berkualitas. Petani di Kabupaten Blitar harus berubah, dari tradisional menjadi petani modern. Pasalnya, sekarang ini mencari buruh tani semakin sulit. Sehingga perlu inovasi dari para petani diantaranya dengan memanfaatkan teknologi pertanian. Menurut Indra Gunawan, Kepala BP4K, selain pemanfaatan teknologi informasi juga dengan pelatihan-pelatihan, diklat. Pelatihan-pelatihan ini dengan menggunakan jasa penyuluh pertanian yang berjumlah 98 orang dari PNS dan sekitar 60 orang PHL. Masing-masing penyuluh menyesuaikan dengan potensi, kondisi wilayah masing-masing. Ini dikenal dengan Programa Penyuluh. Bahkan tidak tangung-tangung, BP4K bekerjasama dengan media elektronik ketika menyampaikan penyuluhan dalam kemasan talk show. Dan ini sangat efektif. Terbukti, para petani sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Hal lain yang patut mendapat apresiasi yakni, Agus Hidayanto, ST, satu diantara penyuluh pertanian swadaya yang mmapu menjadi sang jawara tingkat nasional pada Tahun 2014. Berkat dedikasi, inovasinya di bidang pertanian, Agus HIdayanto asal Kecamatan garum ini mnedapat penghargaan langusng dari Presioden SBY beberapa waktu lalu di Istana Negara, bertepatan dengan Resepsi HUT RI ke-69. Diharapkan, kerja kerasnya, menjadi pemacu bagi penyuluh lain atau petani di Kabupaten Blitar agar lebih berinovasi. (Humas)