KABUPATEN BLITAR OPTIMIS JAWARA PSN DBD SE-JATIM
Upload by - Kamis, 25 September 2014
Blitar – SDN Babadan I Wlingi satu diantara 6 lokasi di Jawa Timur yang berkesempatan mengikuti penilaian PSN DBD Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2014. Harapannya, SD yang kaya akan prestasi dengan motto Teruji Karena Prestasi, Terpuji karena Budi Pekerti ini bisa menjadai sang jawara. Demikian harapan Bupati Blitar, H.Herry Noegroho dalam sambutannya saat Penerimaan Tim Penilai PSN DBD Tingkat Provinsi Jatim yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, A.Husein, Rabu (24/9) di SDN Babadan I Wlingi.
Bupati Blitar mmeberikan apresiasi kepada seluruh warga SDN Babadan I Wlingi yang proaktif turut memberantas sarang nyamuk di lingkungan sekoah maupun lingkungan luar sekolah. Menurutnya, ini merupakan komitmen yang harus terus ditingkatkan supaya dari tahun ketahun jumlah penderita DBD menurun. Tiga tahun terakhir ini jumlah kasus DBD di Kabupaten Blitar mengalami penurunan cukup signifikan.
Gema Pramantik yang digaungkan oleh Pramuka di Kabupaten ini mempunyai andil besar dalam pemberantasan sarang nyamuk. Gema Pramantaik yang notabene anggota kadernya dari siswa SD (Kleas 3,4,5), SMP ( kelas 7,8) dan SMA (kelas X,XI) setiap seminggu sekali melakukan pengecekan jentik nyamuk di setiap rumah (minimal radius 100 meter dari lingkungan sekolah). Kegiatan ini kemudian di laporkan ke sekolah seterusnya ke pihak terkait. Sehingga jika terdapat kasus segera bisa ditangani.
Sementara itu dalam paparannya, Kepala Sekolah SDN Bababan I Wlingi menjelaskan, SDN Babadan I dirikan sejak 1927 diarea 6.988 meter persegi. Gedung berjumlah 14 dengan ruang kelas berjumlah 24, 18 buah kamar mandi, 30 titik tempat cuci tangan serta tong sampah di setiap depan ruangan. Prestasi SD ini antara lain; Juara II Lingkungan Sehat Se-Jatim, Adiwiyata, Lomba 3R Tingkat Provinsi Jatim. Upaya PSN DBD selama ini diantaranyal langkah promotif yakni sosialisasi, penyuluhan, preventif yakni gerakan cuci tangan CPTS, gema pramantik, dan kuratif yaitu pengumpulan sampah pada tempatnya, baik organik dan non organik, pemasangan stiker untuk rumah yang bebas jentik.
Usai melakukan penilaian Tim Penilai PSN DBD yang diketuai drg. Ansarul Fahruda,M.Kes menjelaskan, tidak ada satupun jentik yang ditemukan baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Hanya saja ada beberapa saran yang diungkapkan yakni; pemeliharaan ikan hias pemakan jentik di kolam ikan, kader PSN dilengkapi dengan pin, di perpustakaan diharapkan ada buku-buku tentang PSN.
Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Kuspardani saat melepas tim penilai mengungkapkan, akan menindaklanjuti saran dari tim penilai.Dan harapannya, SDN Babadan I Wlingi bisa meraih juara I dalam kejuaraan tersebut. (Humas)