KADER PKK HARUS INOVATIF

Upload by - Selasa, 21 Oktober 2014

Blitar – Terkait Undang-Undang Desa No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pemerintah Kabupaten Blitar terus melakukan pembenahan dan pembelajaran bagi aparaturnya, termasuk para kader PKK desa/kelurahan se-Kabupaten Blitar. Tujuannya, kader PKK memahami aplikasi Undang-undang tersebut. Serta prokatif terhadap tupoksi. Demikian laporan Plt. Kepala Bapemas Kabupaten Blitar, Joni Setiawan, S.Sos, M.Si saat pembukaan Bimbingan Teknis Pokja Posyandu Desa/Kelurahan se-Kabupaten Blitar di Aula Dinas Porbudpar, Selasa (21/10).

Menurutnya, kegiatan tersebut terbagi dalam dua angkatan. Angkatan ke-1 dihadiri oleh kader PKK wilayah timur diantaranya meliputi Kecamatan Selopuro, Wates, Panggungrejo, Binangun, Selorejo, Wlingi, dan Wonotirto. Sedangkan wilayah barat yang meliputi Kecamatan Kanigoro, Sutojayan, dan Nglegok. Angkatan Ke-1 dengan jumlah peserta sekitar 126 orang, angkatan ke-2 sekitar 126. Harapannya kegiatan yang bertemakan, “Dengan Menyongsong Undang-Undang Desa No. 6 Tahun 2014  Tentang Desa Kita Tingkatkan Peran serta PKK Desa/Kelurahan Demi Meningkatkan Pokja Posyandu dan Terwujudnya Kemandirian Desa Siaga Aktif,” itu bisa memberikan kontribusi yang positif bagi pembangunan desa.

Sementara itu, Ninik Rijanto, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Blitar mengungkapkan, PKK merupakan organisasi dari, oleh dan untuk masyarakat. Era sekarang ini banyak tantangan yang harus dihadapi oleh PKK, misalnya; bagimana meminimalisir angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan kegiatan di Posyandu. Artinya, kader PKK harus inovatif. Taman Gizi seperti yang sudah ada dibeberapa Posyandu di kabupaten ini harus dijaga. Pasalnya, masih banyak taman gizi di wilayah Kabupaten Blitar yang belum terawatt dengan baik, ini terbukti banyak tanaman sayuran yang mati.  Peningkatan SDM dan kegiatan PKK juga bisa dilakukan dengan cara melakukan studi banding ke Posyandu desa lain yang lebih maju.  Bahkan antara Posyandu dengan yang lain  dari desa lain bisa saling tukar informasi untuk kemajuan bersama.  Wakil Ketua TP PKK yang juga Ibu Wakil Bupati Blitar ini juga berharap, Ketua TP PKK di tingkat kecamatan atau desa/kelurahan rajin untuk mengunjungi kegiatan-kegiatan posyandu di wilayah masing-masing. Ninik Rijnato juga berharap, kedepan lomba taman posyandu, lomba cerdas cermat bagi kader Posyandu kembali diadakan. Ini untuk mendorong kegiatan di Posyandu agar lebih kreatif.

Hal senada juga diungkapkan, Wakil Bupati Blitar, H. Rijanto yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu. Ditegaskannya, PKK  merupakan simpul perekonomian di desa yang notabene membawa kesejahteraan bagi keluarga.  Untuk itu diharapkan, para kader proaktif dalam kegiatan PKK.

Terkait Desa Siaga Aktif, orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini mengungkapkan, tujuan dari desa siaga aktif diantaranya mempercepat terwujudnya masyarakat desa dan kelurahan yang peduli, tanggap dan mampu mengenali serta mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri sehingga derajat kesehatannya meningkat.  Komponen desa/kelurahan siaga aktif meliputi, pelayanan kesehatan dasar, pemberdayaan masyarakat, perilaku hidup bersih. Sementara itu kriteria desa/kelurahan siaga aktif antara lain; keberadaan kader pemberdayaan masyarakat/kader teknis desa dan kelurahan siaga aktif, peran serta aktif masyarakat dan organisasi serta peraturan di tingkat desa atau kelurahan.  Selain materi tersebut, peserta Bimtek  juga akan mendapatkan materi enterpreneur (kewirausahaan), kepemimpinan, tentang gender serta kesehatan ibu dan anak. Wakil Bupati Blitar berharap, PKK mendorong keberhasilan pembangunan di Kabupaten Blitar. (Humas)