BBM BERSUBSIDI NAIK, KONSUMSI PERTAMAX MELONJAK TAJAM

Upload by - Selasa, 16 Desember 2014

Blitar – Kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar mulai Selasa, 18 November 2014, mendongkrak penjualan bensin non subsidi jenis Pertamax. Rata-rata penjualan BBM non subsidi dalam sehari bisa naik hingga 100% lebih dibandingkan dengan sebelum adanya perubahan tarif BBM bersubsidi.

Pengawas SPBU 5466124 Nglegok Kabupaten Blitar, Agus mengatakan, konsumsi pertamax mengalami kenaikan cukup signifikan, dimana jika sebelum harga BBM bersubsidi naik setiap harinya hanya menghabiskan 400 – 500 liter, saat ini bisa mencapai 700-800 liter. Kondisi ini pada awal-awal sempat mengakibatkan pasokan pertamax tersendat, karena di Jawa Timur hanya ada 4 armada. Namun kondisi ini ini sudah berangsur normal karena ada tambahan armada. Untuk pengiriman pertamax saat ini setiap minggu bisa 2 kali, karena jika stok habis bisa langsung mengajukan kuota untuk pengiriman stok di SPBU. Lebih jauh Agus mengungkapkan, karena masyarakat saat ini banyak yang beralih ke pertamax, lebih baik menjual pertamax maupun pertamak plus, karena pertimbangan selisih harga yang tidak banyak.

Satu diantara warga Garum, Suliono, mengaku beralih menggunakan pertamax sejak bbm subsidi dinaikkan oleh pemerintah, karena selisih harga antara  BBM bersubsidi dengan pertamax tidak terlalu banyak. Pertimbangan lain beralih ke pertamax karena lebih irit dan bagus untuk mesin kendaraan. Diketahui, harga BBM bersubsidi resmi naik pada Selasa 18 November 2014. Tarif premium menjadi Rp 8.500 dari Rp 6.500 dan solar Rp 7.500 dari Rp 5.500. (IR-Dishubkominfo)