KLB DEMAM BERDARAH, PEMKAB.BLITAR GELAR KERJA BAKTI SERENTAK

Upload by - Senin, 09 Februari 2015

Pemerintah Provinsi Jawa Timur termasuk Pemerintah Kabupaten Blitar telah menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah beberapa waktu lalu. Ini mengingat kasus sudah tinggi. Bahkan di kabupaten ini, 3 korban meninggal dunia akibat serangan nyamuk aides aegypti ini selama Tahun 2015. Terkait hal itu, Bupati Blitar menyerukan agar menggalakkan Pemberataan Sarang Nyamuk (PSN) oleh seluruh komponen masyarakat juga melalui kerja bakti.  Untuk  itu, Jumat (6/2), seluruh kecamatan di Kabupaetn Blitar menggelar kerja bakti serentak. Bupati Blitar, H.Herry Noegroho mengikuti kerja bakti di Kecamatan Kesamben sedangkan Wakil Bupati Blitar, H.Rijanto di Kecamatan Sutojayan yang didampingi oleh Sekretaris Daerah, Drs. Palal Ali Santoso,MM serta beberapa kepala SKPD.

            Dalam kunjunganmnya tersebut Bupati Blitar mengajak masyarakat terus melakukan langkah preventif yakni dengan membiasakan hidup sehat dan bersih. Juga meningkatkan kegiatan PSN, mengingat langkah ini murah dan efektif. Pasalnya menggunakan fogging biaya lebih mahal.

            Orang nomor satu di Kabupaten Blitar  yang didampingi Ibu Hj. Era Herry Noegroho, Ibu Nini Rijanto dan Ketua Dharma wanita serta beberapa Kepala SKPD mengunjungi 6 lokasi di Desa Jogo Kesamben, antara lain; SD Jugo 2, SD V dan empat perumahan warga. Bupati Blitar sempat berbincang dengan warga sekaligus menghimbau agar warga waspada dengan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan.

            Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Bupati Blitar, H.Rijanto. Dalam kunjungannya di Kelurahan  Sutojayan, orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini mengimbau, masyarakat agar meningkatkan kewaspadaannya mengingat wabah penyakit demam berdarah bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Pola hidup bersih dan sehat harus selalu diterapkan. Gema Pramantik juga harus digalakkan. Untuk itu, Wabup berpesan kepada Muspika, lembaga-lembaga pendidikan dan seluruh warga Kecamatan Sutojayan agar saling bekerjasama melaksanakan kerja bakti.

            Dalam kesempatan itu,  Wabup berserta rombongan mengunjungi 5 titik lokasi di Kelurahan Sutojayan. Wabup menyempatkan diri untuk berdialog dengan warga dan selalu berpesan, untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit terutama demam berdarah yang saat ini sedang mewabah. Demam Berdarah mewabah 4 tahun sekali.

            Sebagai bentuk empati, , relawan dari PMI, pelajar dan petugas medis dari Puskesmas Sotojayan membagikan abate. Bahkan fogging juga dilakukan pada Jumat (6/2) di RT 02, RW 05. Sementara apsien di Puskesmas Sutojayan jumlah pasien Demam Dengue sebanyak 3 orang, dan suspect juga 3 orang.

            Seperti diketahui, dari sebuah sumber , Demam berdarah atau demam dengue (disingkat DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Nyamuk atau beberapa jenis nyamuk menularkan (atau menyebarkan) virus dengue. Demam dengue juga disebut sebagai "breakbone fever" atau "bonebreak fever" (demam sendi), karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah. Sejumlah gejala dari demam dengue adalah demam; sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak; dan nyeri otot dan persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya. (Humas-Dishubkominfo)