HADAPI MEA, PEMKAB.BLITAR SIAPKAN LANGKAH STRATEGIS
Upload by - Senin, 23 Maret 2015
Blitar – Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Indonesia dapat dikategorikan menjadi yang paling akhir memulainya. Dikarenakan baru pada Tahun 2014 inilah terbit Keppres 37 Tahun 2014 tentang Komite Nasional menghadapi MEA yang ditindaklanjuti dengan Inpres No.6 Tahun 2014. Atas dasar itulah Pemerintah Kabupaten Blitar mengambil langkah prakarsa untuk mempersiapkan diri diantaranya dengan sosialisasi menghadapi MEA. Semua pihak harus menyiapkan startegi yang dipakai agar mampu bersaing di pasar bebas. Demikian sambutan Bupati Blitar, H.Herry Noegroho saat membuka cara sosialisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Kabupaten Blitar, Senin (23/5) di Ruang Perdana Kantor Bupati Blitar.
Bupati Blitar juga mengungkapkan, langkah strategis secara umum yang dapat dilakukan antara lain; penyesuaian, persiapan, perbaikan regulasi baik secara kolektif maupun individu, peningkatan SDM, penguatan potensi usaha skala menengah, kecil dan usaha pada umumnya penguatan kemitraan antara sektor publik dan swasta, serta peningkatan partisipasi institusi pemerintah maupun swasta untuk mengimplementasikan AEC Blueprint. Sementara bentuk strategi secara makro diantaranya; meningkatkan pemeriksaan ekspor impor secara bersih, stabilisasi politik, ketertiban social dan inovasi teknologi.
Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini mengajak seluruh peserta sosialisasi yang terdiri dari Kepala SKPD, Camat, pelaku usaha dan UKM serta Kepala Sekolah SMU/ SMK untuk saling aktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan segenap pihak terkait dalam menghadapi implementasi MEA, mulai melaksanakan kampanye dan advokasi penggunaan produk dalam negeri umumnya dan produk local Kabupaten Blitar khususnya melalui media massa, terus berupaya meningkatkan kapasitas daya saing produk lokal serta melaksanakan pemetaan pelaku usaha di Kabupaten Blitar berdasarkan bidang usaha per sektor serta sertifikasi dan standarisasi produksi yang telah dimiliki agar didapatkan database yang valid sebagai dasar perumusan dan pemberian treatment. Tujuannya pelaku usaha dapat bertahan pada pasar bebas. Bupati juga mengingatkan perlunya kemasan produk lokal yang bagus sehingga menarik minat konsumen untuk membeli.
Seperti diketahui, MEA merupakan suatu komunitas ekonomi di ASEAN yang berfungsi dalam kerjasama ekonomi antar negara di ASEAN. Pada Tahun 2003, para pemimpin ASEAN sepakat membentuk Masyarakat ASEAN. Atau komunitas ASEAN (ASEAN community) pada Tahun 2020 yang kemudian dipercepat pada Tahun 2015, dengan tiga pilar yakni Masyarakat Politik Keamanan ASEAN, Masyarakat Ekonomi ASEAN, dan Masyarakat Sosial Budaya ASEAN. Untuk memastikan perwujudannya pada Tahun 2007 disahkan sebuah cetak biru (blueprint) MEA yang berfungsi sebagai rencana induk yang koheren yang mengarahkan pembentukan MEA.
Pada acara tersebut dihadirkan beberapa narasumber yakni Dr.Ir.Jumadi,M.MT dari Bappeda Provinsi Jawa Timur, Prof.Dr. Ahmad Helmi Djawir dari Universitas Brawijaya, serta Ir.H.M.Maulud salah seorang pengusaha sukses sayuran dan buah-buahan dari Malang. Dan moderator oleh Sekretaris Daerah, Drs. Palal Ali Santoso,MM. ( Humas )