PANEN RAYA PADI, PETANI UJI COBA VARIETAS “GADIS INDRAMAYU”
Upload by - Selasa, 12 Mei 2015
Blitar – Wakil Bupati Blitar, Drs. Rijanto MM., melakukan panen raya padi varietas baru yang kini tengah diujicoba oleh petani, di lahan seluas 0,5 hektar, milik petani di Desa Sumberingin, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Panen raya padi yang digelar pada Senin, 11 Mei 2015 itu, diikuti pula oleh Muspika, puluhan anggota kelompok Tani kecamatan Sanankulon maupun pengurus Gapoktan Kabupaten Blitar, anggota DPRD Kabupaten Blitar Komisi 2, beserta SKPD terkait. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Blitar, Rijanto mengatakan, kawasan Kecamatan Sanankulon merupakan salah satu lumbung pangan di Kabupaten Blitar, karena potensi pertanian maupun peternakannya yang cukup melimpah. Guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian itu, pihaknya menghimbau agar para petani disiplin mengikuti masukan dari para petugas penyuluh pertanian, diantaranya terkait teknik pertanian yang benar yakni penerapan Panca Usaha Tani. Secara teknis, aplikasinya dimulai dari pemilihan bibit unggul, pengolahan tanah dengan teknologi canggih seperti traktor, pengairan yang teratur, hingga pada prosedur pengendalian hama.
Di sisi lain, terkait dengan gelar panen raya padi Demplot Pemupukan Berimbang 5 : 3: 2 yang digelar oleh Gapoktan Utama kecamatan Sanankulon tersebut, Pemkab.Blitar mengupayakan agar harga gabah petani pasca panen bisa tetap stabil. Kendati, dalam prosesnya para petani masih menghadapi beberapa tantangan utama, seperti serangan penyakit “Bellas” atau yang bisa disebut dengan “potong leher” atau “penggerek batang”, diharapkan hal itu tidak mengurangi semangat para petani untuk terus berproduksi dan memanfaatkan kecanggihan teknologi pertanian yang telah ada saat ini.
Sementara, Ketua Gapoktan Kecamatan Sanankulon, Sutrisno mengakui jika selama ini para petani masih dipusingkan dengan serangan jamur penggerek batang tersebut. Untuk itu dalam ujicoba penggunaan varietas padi Gadis Indramayu ini, para petani membuat percontohan pemupukan berimbang 5 : 3 : 2 pada lahan pertanian seluas 0,5 hektar, dengan asumsi 5 kuintal per hektar pemakaian pupuk organik, 3 kuintal per hektar pemakaian pupuk ponska, dan 2 kuintal per hektar penggunaan pupuk urea. Ditargetkan para petani mampu memanen sedikitnya 8 ton padi dalam panen raya tersebut, sekaligus menguji ketahanan varietas “Gadis Indramayu” terhadap penyakit, serta hasil produksinya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Blitar juga memastikan TNI juga siap mendukung upaya pemerintah dalam memajukan pertanian daerah sesuai dengan instruksi Panglima TNI, yakni dengan melibatkan Babinsa (Bintasa Pembina Desa). Aparat TNI dalam hal ini melakukan pendampingan pada petani dengan turun langsung ke sawah, untuk mensukseskan program Ketahanan Pangan Nasional dan Swasembada Pangan yang dicanangkan Pemerintah pusat.(Humas )