MENINGKATKAN HASIL PERTANIAN DEMI HADAPI MEA
Upload by - Jum'at, 18 September 2015
Blitar – Kabupaten Blitar merupakan Daerah Agraris yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai satu diantara Daerah penyangga pangan Nasional. Untuk itu perlu kerjasama antara petani dan Pemerintah dalam meningkatkan hasil produksi pertanian. Bahkan, hasil pertanian ini harus mampu berkompetisi dengan Daerah lain untuk mendapatkan sertifikasi. Harapannya, dengan sertifikasi ini, hasil pertanian dari Kabupaten Blitar bisa diterima oleh pasar baik lokal, regional maupun sampai luar negeri. Ini juga dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Penyuluhan, Pendampingan Petani dan Pelaku Agribisnis di Kantor BP3K Kecamatan Kesamben, Kamis (17/9).
Saeroji dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang ketika menjadi nara sumber diacara tersebut mengungkapkan, untuk mewujudkan sertifikasi hasil pertanian diperlukan kekompakan, saling komunikasi diantara kelompok pertanian. Kelompok pertanian yang bagus jika ada unsur pengikatnya yakni, saling mengenal, adanya kader pertanian, kegiatan yang bisa dilakukan oleh para petani serta adanya Gapoktan yang difungsikan secara maksimal.
Sementara itu, Ir. Suwandito, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Blitar saat membacakan sambutan Wakil Bupati Blitar, H.Rijanto menegaskan, petani di Kabupaten Blitar harus mengaplikasikan Sapta Usaha Tani. Tujuannya untuk meninghkatkan hasil pertanian yang notabene akan meningkatkan perekonomian para petani. Selama ini, Kabupaten Blitar terkenal akan suplai telurnya yang mencapai kurang lebih 50 ton/tahun. Harapannya, dengan Sapta Usaha Tani yang sudah diterapkan secara makismal, bukan saja telur yang menjadi komoditi unggulan namun juga hasil pertanian menjadi andalan kabupaten ini.
Seperti diketahui, adapun Sapta Usaha Tani dalam bidang pertanian meliputi kegiatan sebagai berikut :
a. Pengolahan tanah yang baik
b. Pengairan yang teratur
c. Pemilihan bibit unggul
d. Pemupukan
e. Pemberantasan hama dan penyakit tanaman
f. Pengolahan pasca panen
g. Pemasaran
Dalam kesempatan tersebut, Ir. Eko Priyo Utomo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar mengungkapkan, para petani di Kabupaten ini harus membuktikan bahwa mereka (petani) bisa mendukung swasembada pangan di Negeri ini. Target penanaman padi di wilayah ini sekitar 55 ribu hektare, namun pada saat ini baru sekitar 31,7 ribu hektare. Hal ini tentu menjadi PR bersama antara Pemerintah dan petani. Kendati demikian, pihaknya optimis, hasil pertanian di Kabupaten Blitar akan meningkat, dan siap menghadapi MEA.
Sebelumnya, Ir. Indra Gunawan, MM, Kepala BP4K Kabupaten Blitar menyampaikan, bahwa kegiatan yang dihadiri sekitar 250 peserta baik dari petani, kelompok tani dan Gapoktan ini selain bertujuan sebagai ajang sillaturahmi, juga sebagai sarana musyawarah meningkatkan hasil pertanian, agribisnis untuk menghadapi MEA. Dan kegiatan serupa dalam setahun dilaksanakan dienam lokasi yang tersebar di wilayah Kabupaten Blitar dengan tujuan yang sama yaitu menjaring aspirasi dari petani agar selaras dengan kebijakan Pemerintah, sehingga meningkatkan hasil pertanian. (Humas)