Pemkab Blitar Gelar Rakor, Hadapi Ancaman Kekeringan

Upload by Web Admin - Rabu, 29 April 2026

Pemkab Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Menghadapi Musim Kemarau Tahun 2026, Rabu (29/4/2026) di Pendopo SAP. Kegiatan ini, dihadiri oleh Bupati Blitar, Wakil Bupati Blitar, Forkopimda, Pimpinan dan anggota DPRD Blitar, Sekda, Toga dan Tomas.

Rakor yang diikuti oleh kepala OPD, Forkopimcam, Kades, Lurah, dan Ormas menghadirkan narasumber strategis diantaranya, Kajari Blitar, Kapolres Blitar, Kapolres Blitar Kota, Ketua Pengadilan Negeri Blitar dan Wakil Ketua DPRD Blitar.

Dalam arahanya, Wakil Bupati Blitar Beky Hardihansah menyampaikan bahwa fenomena iklim masif yang disebut sebagai El Nino Godzilla ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut yang ekstrem. Dalam hal ini, 61,4% wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami kekeringan luar biasa pada puncak musim kemarau mendatang.

Berdasarkan hasil pemetaan terbaru, sebanyak 7 kecamatan dan 21 desa di Kabupaten Blitar ditetapkan dalam zona merah atau sangat rawan kekeringan. Sedangkan, 2 wilayah yang menjadi perhatian utama adalah Kecamatan Panggungrejo dan Kecamatan Wonotirto.

“Dengan jumlah lebih dari 36 jiwa di Panggungrejo dan Wonotirto sebanyak 20 ribu jiwa merupakan jumlah yang sangat besar dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengantisipasi dan menanggulangi sejak dini,” Jelasnya.

Wabup menegaskan petugas dilapangan agar seluruh bantuan terutama dropping air bersih diberikan secara gratis. Dia meminta agar tidak ada oknum yang mengambil keuntungan diatas kesulitan masyarakat.

“Distribusi harus tanpa pungutan liar dan diskriminasi,” Tegasnya.

Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto menegaskan agar BPBD dan PDAM memastikan stok air bersih tersedia maksimal tanpa prosedur yang rumit. “Untuk alur pelaporan warga cukup melapor ke desa diteruskan ke kecamatan dan langsung ke posko BPBD,” Jelasnya.

Selain itu, Bupati menghimbau agar sektor kesehatan waspada terhadap potensi penyakit ISPA dan dampak panas ekstrem, sedangkan untuk sektor peternakan agar menjaga pasokan pakan dan kualitas air agar tidak terjadi kematian massal pada ternak.