Pemkab Blitar Luncurkan Aplikasi Reservasi Online Museum Penataran, Museum Expo 2026 Dibuka

Upload by Web Admin - Kamis, 29 Oktober 2026

Pemkab Blitar – Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, M.M., secara resmi meluncurkan aplikasi reservasi online Museum Penataran sekaligus membuka Museum Penataran Expo 2026 di halaman Diorama Kawasan Museum Penataran Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Museum Nasional Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan pelayanan museum dan melestarikan kebudayaan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Rijanto menyampaikan bahwa aplikasi reservasi online diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam merencanakan kunjungan secara praktis dan efisien. Inovasi ini sebagai langkah untuk menjadikan museum lebih modern, mudah diakses, serta menarik bagi berbagai kalangan, khususnya generasi muda.

 

“Melalui aplikasi ini, saya berharap masyarakat dapat memperoleh kemudahan dalam melakukan reservasi kunjungan secara daring, mendapatkan informasi mengenai museum, serta merencanakan kegiatan kunjungan dengan lebih praktis dan terarah,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar, Eko Susanto, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa Museum Penataran Expo 2026 menghadirkan berbagai kegiatan meliputi workshop dan edukasi budaya, Lomba Edukator Cilik, serta Festival Jaranan Tril Pelajar. Kegiatan ini turut memperkenalkan potensi kebudayaan Kabupaten Blitar, termasuk Warisan Budaya Takbenda seperti Tledhek Jimbe dan Barongan Kucingan Blitaran yang diusulkan pada tahun 2026.

 

Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan wujud sinergi berbagai elemen masyarakat dalam menjaga dan merawat warisan budaya. Kedepannya, kegiatan seperti ini diharapkan dapat diselenggarakan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan.

 

Melalui peluncuran aplikasi reservasi online dan penyelenggaraan Museum Penataran Expo 2026, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap museum semakin berkembang sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus pusat pengenalan sejarah dan kebudayaan daerah.