BUDIDAYA IKAN KONSUMSI KURANG DIMINATI, DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN KAB. BLITAR TERUS GENCARKAN GERAKAN GEMAR MAKAN IKAN

Upload by - Rabu, 13 Februari 2013

Berbeda dengan KOI yang semakin banyak dibudidayakan, ikan konsumsi justru kurang diminati masyarakat untuk dikembangkan menjadi usaha perikanan. Hal ini menyusul rendahnya tingkat konsumsi ikan untuk masyarakat Kab. Blitar. Tentu kondisi ini berdampak pada minimnya permintaan pasar atas jenis ikan konsumsi seperti gurami dan nila. Menurut Kabid Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Blitar Agus Suwarso, hingga Tahun 2012, dari 800 hektar lahan yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan konsumsi jenis nila dan gurami, terhitung baru 160 hektar diantaranya yang dimanfaatkan warga, atau hanya sekitar 20 persen saja. Di mana rata-rata kepemilikan lahan masing-masing Rumah Tangga Perikanan (RTP) hanya 0,1 s/d 0,3 hektar. Budidaya ikan konsumsi menjadi kurang diminati karena biaya produksi cukup mahal dan fluktuasi harga pasar jarang bisa diantisipasi warga. Terlebih permintaan pasar pun rendah, karena tingkat konsumsi ikan masyarakat Kab. Blitar masih sangat rendah. Kecenderungan mereka lebih gemar mengkonsumsi daging ayam atau sapi. Karenanya untuk meningkatkan potensi budidaya ikan konsumsi, menurut Agus salah satu cara yang paling efektif yakni dengan lebih mengintensifkan sosialisasi  "Gerakan Gemar Makan Ikan" yang sebenarnya sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Budidaya ikan gurami dan nila sendiri lebih banyak terpusat di Wilayah Blitar Utara dengan 5.000 Rumah Tangga Perikanan (RTP). . ( Irma Yuniar ).