BUDIDAYA DUREN BADUGUL TAHUN INI DILANJUTKAN DENGAN LAHAN PENGEMBANGAN MENCAPAI 50 HEKTAR
Upload by - Kamis, 21 Februari 2013
Budidaya duren bagudul terus dikembangkan. Tahun ini Pemkab. Blitar mendapatkan bantuan dari APBN untuk pengembangan duren bagudul sebanyak 5000 bibit. Diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kab. Blitar Eko Priyo Utomo, lahan budidaya duren badugul tahun ini mencapai 50 hektar yang tersebar di 3 kecamatan masing-masing Talun, Gandusari, dan Nglegok. Di mana setiap satu hektar lahan, akan ditanam 100 bibit duren badugul. Penanamannya sendiri masih menggunakan cara vegetatif yakni dengan metode grafting atau sambung pucuk . Metode ini dipilih karena usia berbuahnya lebih cepat antara 4-5 tahun, dibandingkan dengan cara penanaman menggunakan isi buah durian. Lanjut Eko, budidaya duren bagudul sendiri telah dimulai sejak tahun 2010 lalu. Pada Tahun 2011 Pemkab. Blitar mendapatkan bantuan dari APBN sebanyak 780 bibit dengan lahan seluas 7,8 hektar, sedangkan melalui APBD Pemkab. Blitar mengalokasikan anggaran pengadaan untuk 800 bibit dengan lahan pengembangan seluas 8 hektar. Pada 2012 pemerintah pusat kembali memberikan bantuan 700 bibit untuk 7 hektar lahan. Ditambah pengadaan melalui APBD sebanyak 1.128 bibit dengan luas lahan budidaya mencapai 11 hektar. Sementara menurut Eko, jika dibandingkan dengan duren jenis lain seperti montong, duren bagudul yang merupakan buah oleh-oleh khas Kab. Blitar ini memiliki banyak keunggulan. Diantaranya memiliki rasa pahit yang dominan serta kualitas daging buah yang lebih baik. Ini bisa dilihat dari prosentase berat buah yang bisa dimakan. Dengan kulit buah yang tipis, jika ditimbang prosentase buah yang bisa dimakan mencapai 40-45 persen. Sedangkan duren jenis lain hanya sekitar 30 – 35 persen. (Irma Yuniar)