Wagub Jatim Janji Promosikan Perdes Pelestarian Lingkungan Desa Kerjen
Upload by - Rabu, 17 April 2013
Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifulloh Yusuf mengapresiasi peningkatan hasil panen masyarakat Desa Kerjen Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Pasalnya, selain penggunaan bibit hibrida, daerah ini telah memberlakukan Peraturan Desa tentang pelestarian lingkungan. Dalam Perdes No.1 Tahun 2012 disebutkan adanya larangan membunuh hewan kecuali tikus. Karena, hewan lain seperti ular, burung hantu, kwangwung termasuk hewan – hewan pembunuh hama tanaman. Dengan kelestarian hewan-hewan tersebut, hama yang menyerang tanaman padi di wilayah itu berkurang. Akibatnya hasil panen mereka melimpah. Yang semula 5,6 ton per hektare menjadi sekitar 9,8 ton per hektar. Untuk itu, orang nomor dua di Jawa Timur berjanji akan mempromosikan Perdes tersebut keseluruh wilayah di Jatim. Mengingat Jatim adalah lumbung pangan nasional.
Dalam kegiatan panen raya ragam padi hibrida dan evaluasi manfaat burung hantu sebagai pengendali hama tikus, Selasa (16/4) di areal persawahan Desa Kerjen, orang nomor dua di Jatim juga menegaskan, ditengah-tengah lahan yang makin berkurang, petani harus mampu mempertahankan produksi pertanian. Pemerintah sebagai fasilitator hanya menawarkan bibit dan pupuk. Produksi sepenuhnya diserahkan kepada petani. Bang Ipul sapaan akrab Wagub juga mengingatkan, ungkapan Bung Karno beberapa waktu silam yakni, pangan adalah senjata. Jika pangan ditanah air ini maju, kuat, negara lain akan tunduk. Untuk itu, Wagub akan mempromosikan Perdes tersebut supaya diaplikasikan ke daerah lain. Karena terbukti mampu meningkatkan hasil panen yang notabene bakal mempertahankan pangan Jatim khususnya dan nasional pada umumnya. Wagub juga memprediksi Perdes tersebut satu-satunya di Indonesia, kemungkinan Presiden SBY pun belum mengetahuinya.
"Jika orang nomor satu di Indonesia mengetahui hal tersebut, tentu bakal menyambut positif," ujarnya.
Bupati Blitar, H. Herry Noegroho dalam sambutannya mengungkapkan, launching burung hantu beberapa waktu lalu sebagai pengusir hama tanaman di desa tersebut dinilai cukup efektif dan berhasil. Ini terbukti dari hasil panen yang mengalami peningkatan. Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini berharap, Perdes tersebut benar-benar di terapkan di daerah lain, sehingga Kerjen menjadi pilot project. Kebanggan lain yakni, baru saja Bupati Blitar mendapat penghargaan dari Presiden SBY terkait ketahanan pangan. Kabupaten yang meiliki 222 kecamatan ini telah berhasil meningkatkan produksi padi sekitar 25 persen.
Sementara itu, Mubaidah, Kades Kerjen dalam laporannya mengatakan, luas wilayah Kerjen 334,5 ha dengan 2/3 persennya lahan pertanian. Dengan hasil yang mengalami peningkatan tersebut, Kades berharap tahun –tahun berikutnya hasil panen terus meningkat.
Sekedar catatan, setelah usai melakukan panen secara simbolis, Wagub melakukan tanya jawab dengan para kelompok tani, petani. Hadir pula Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Direksi PT. Petrokimia Gresik serta SKPD terkait Pemerintah Kabupaten Blitar.(Humas)