BUPATI BLITAR RESMIKAN MUSHOLLA DAN TASYAKURAN PENGHARGAAN LOMBA

Upload by - Jum'at, 17 Mei 2013

Bupati Blitar  H. Herry Noegroho yang didampingi Wakil Bupati Blitar, H. Rijanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar serta beberapa Kepala SKPD meresmikan Musholla Al Munawwir  di Lingkungan Kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Jumat (17/5). Peresmian itu ditandai dengan pengguntingan untaian melati dan penandatanganan prasasti. Dalam kesempatan yang sama, Dishubkominfo menggelar tasyakuran atas keberhasilan Kabupaten Blitar yang telah meraih beberapa juara perlombaan baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Bupati Blitar dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada panitia sekaligus masyarakat, donatur terkait pembangunan musholla tersebut. Pembangunan musholla atau tempat ibadah yang lain selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Blitar yakni mewujudkan masyarakat Kabupaten Blitar yang religius. Sebelumnya, Kepala Dinas Dishubkominfo, Suyanto, SH, MM selaku ketua panitia pembangunan Musholla Al Munawwir melaporkan, latar belakang berdirinya musholla yang menelan biaya sekitar 250 juta tersebut karena makin banyaknya kendaraaan yang melakukan uji KIR dengan waktu yang relatif lama  atau lebih dari jam 1 siang. Tentunya masyarakat yang sedang melakukan uji KIR memerlukan tempat ibadah untuk menunaikan sholat dhuhur, sedangkan tempat ibadah yang biasa dipakai oleh karyawan di Lingkungan Dishubkominfo tidak representatif. Sementara musholla atau masjid umum jauh dari lokasi kantor tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini  juga memberikan penghargaan kepada Camat Wlingi, Totok Tri Wibisono,SE yang telah sukses membawa harum nama Kabupaten Blitar di tingkat nasional dalam Wahana Tata Nugraha kategori  Kota Kecil. Keikutsertaan lomba yang digelar oleh Kementerian Perhubungan ini, kali pertama bagi Kabupaten Blitar. Selain  penghargaan WTN, Bupati Blitar juga menyerahkan piala juara III Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (LCCK) Tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan di Sumenep akhir April lalu kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Wara Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok.  Lomba KIM Tingkat provinsi ini selain  diraih Kabupaten Blitar sebagai juara 3, Kota Malang meraih juara 1, Kota Surabaya juara 2 dan juara 4  oleh Kabupaten Bojonegoro.

KIM  ini menurut Dra. Sri Wahyuni, MSi, Kabid Komunikasi dan Informatika Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika memiliki peran strategis dalam upaya menjawab tantangan. Mengingat KIM sebagai komunitas masyarakat informasi yang tumbuh dan berkembang di tengah – tengah kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia. Mereka merupakan masyarakat yang sadar informasi. Diharapkan, bisa berperan menjadi fasilitator untuk menjembatani kesenjangan komunikasi dan informasi yang terjadi antara pemerintah dengan masyarakat (top down) atau sebaliknya antara masyarakat dan pemerintah (bottom up). KIM sebagai agen informasi, berperan aktif mendistribusikan informasi yang perlu diketahui oleh masyarakat, sehingga masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif yang bermanfataan untuk menopang aktivitas mereka. Disebutkan pula, jumlah KIM di Kabupaten ini ada sekitar 6 KIM, antara lain;  Waradesa – Desa Sumberasri Nglegok, Bumi Penataran – Kelurahan Nglegok, Wanita Mandiri – Desa Minggirsari Kanigoro, Tunggal Raos – Beru Wlingi, Guyup Santosa – Ploserejo Kademangan. Kegiatan KIM diantaranya;  pemberdayaan informasi masyarakat, penyalur informasi pembangunan, mengolah, memilah dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sementara KIM yang pernah mewakili Kabupaten Blitar dalam lomba di Sumenep beberapa waktu lalu, KIM Guyup Santosa, Desa Plosorejo, Kademangan, Tahun 2009 Juara 2 Tingkat Bakorwil, KIM Bumi Penataran, Kelurahan Nglegok, Tahun 2011, Juara 3 Tingkat Bakorwil Madiun dan KIM Waradesa, Desa Sumberasri, Kec. Nglegok: Juara 1 tingkat Bakorwil Madiun (2012) dan Juara 3 tingkat Provinsi Jatim. Dikatakn pula, sesuai himbauan Bapak Wakil Bupati Blitar, bahwa untuk Tahun 2013 seluruh desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Blitar diwajibkan untuk membentuk KIM dan  telah didukung oleh ADD yang besarnya sesuai dengan kemampuan desa masing-masing.

Selain pemberian penghargaan tersebut, Bupati Blitar juga menyerahkan dokumen Pass Kapal Kecil secara simbolis kepada nelayan pesisir selatan yang mempunyai kapal dibawah ukuran 5 GT. "Dengan memiliki dokumen kapal tersebut tidak hanya sebagai bukti keabsahan kepemilikan, namun lebih dari itu sebagai bukti kelaikan jalan sebuah kapal, ujarnya. Bupati Blitar juga berharap, kerjasama dengan PPN Prigi terus dilanjutkan sampai tersedianya tenaga teknis yang membidangi pengukuran kapal pada Pemerintah Kabupaten Blitar.(humas)