BERAS CERDAS, LANGKAH KURANGI KONSUMSI TERIGU
Upload by - Selasa, 28 Mei 2013
Sebagai satu diantara daerah yang ditunjuk andil dalam mempertahankan pangan nasional, Kabupaten Blitar yang bekerjasama dengan Provinsi Jawa Timur menciptakan terobosan baru, yakni dengan beras cerdas. Selain sebagai salah satu cara mempertahankan pangan, langkah ini juga untuk mengurangi konsumsi terigu. Pasalnya selama ini impor terigu Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan catatan Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) konsumsi terigu di dalam negeri mencapai 1,22 juta ton pada kuartal I-2012, naik 5,61% dibandingkan periode sama tahun 2011 yang tercatat 1,15 juta ton.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Blitar, Indra Gunawan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (27/5) mengatakan, konsep beras cerdas ini ada 5 yaitu, cerdas bahan baku yang direkontruksi dari bahan tepung lokal khususnya mocaf, cerdas proses yakni dengan menggunakan teknologi yang mudah dan murah sehingga dapat diproduksi dengan peralatan yang bisa dibuat oleh putra Indonesia, cerdas memasak yaitu dimasak dengan cara sangat mudah sehingga dapat menyingkat waktu dan aktifitas, cerdas pemanfaatan bagi kesehatan adalah dengan bahan baku yang cerdas dapat disesuaikan untuk target spesifik bagi kesehatan dan yang trakhir cerdas untuk kepentingan nasional. Ini arahnya cerdas untuk pembangunan nutrisi, ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Ditambahkannya, beras cerdas dalam modifikasi dengan bahan dasar utama mokaf dan tepung jagung. Komposisi beras cerdas ini antara lain; tepung mokaf (moddified cassafa flour) yang berarti terbuat dari singkong dimodifikasi secara fermentasi, tepung jagung, air dan ISP.
Dari tiga Kabupaten di Jawa Timur yakni Kabupaten Jember, Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Blitar, Kabupaten Blitar yang mengembangkan usaha beras cerdas berlokasi di Desa Ngaglik Kecamatan Srengat dinilai yang paling antusias mengembangkan usaha tersebut. Karena respon dari masyarakat khususnya olahragawan sangat tinggi. Menurut Indra Gunawan kedepan Kabupaten Blitar akan mengembangkan inovasi tersebut di kecamatan lain.
Lebih lanjut diungkapkannya, kecerdasan teknis beras cerdas yaitu mudah diproduksi, dapat disajikan secara menarik, mudah dikemas. Sementara itu jenis beras cerdas adalah beras cerdas reguler yang bahan bakunya dari mokaf dan tepung jagung, beras cerdas fortifikasi yang bahan bakunya dari mokaf dan ditambah mikronutrian, beras cerdas sayur, beras cerdas tinggi kaya anti oksidan dan beras cerdas kacang merah yang bahan bakunya dari mokaf dan kacang-kacangan.