PEMBANGUNAN RS DI KAWASAN BLITAR BARAT DALAM TAHAP PERENCANAAN
Upload by - Kamis, 25 Juli 2013
Terhentinya kerja sama Pemkab. Blitar dengan Pemkot Blitar terkait pelayanan kesehatan bagi pasien pengguna Kartu Jamkesda dan SPM di RS Mardi Waluyo, membuat sebagian besar warga Kab. Blitar yang tinggal di kawasan barat kesulitan mengakses pelayanan kesehatan sesuai standar rumah sakit (RS). Terlebih rumah sakit milik Pemkab. Blitar yakni RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, lokasinya cukup jauh. Terkait hal ini, Bupati Blitar Herry Noegroho saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pemerintah memang merencanakan akan membangun Rumah Sakit di Kawasan Blitar Barat, dan lokasinya akan disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Blitar. Direncanakan Puskesmas Srengat yang saat ini sudah melayani rawat inap, akan dikembangkan menjadi Rumah Sakit. Namun hal tersebut masih dalam tahap perencanaan, setidaknya hingga habis masa jabatan Bupati pada tahun 2015 mendatang, mengingat Pemkab. Blitar sendiri masih harus berkonsentrasi menyelesaikan pembangunan Kantor Sekretariat di Kec. Kanigoro serta Stadion di Kec. Nglegok. Selain itu, untuk pembangunan rumah sakit, sedikitnya membutuhkan anggaran hingga Rp 50 miliar.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Blitar, Kuspardani mengatakan, memang pemerintah merencanakan akan mengembangkan Puskesmas Srengat menjadi rumah sakit, namun hal tersebut dimungkinkan berubah karena lahan Puskesmas Srengat dianggap masih belum memadai jika difungsikan sebagai rumah sakit. Kuspardani sendiri juga belum bisa memastikan kapan rencana tersebut dapat terealisasikan, karena banyak tahap yang belum dilalui. Di sisi lain, Kuspardani mengakui memang kerja sama Pemkab. Blitar dengan Pemkot Blitar untuk pelayanan kesehatan pasien pengguna kartu Jamkesda dan SPM di RS Mardi Waluyo tidak diperpanjang, dimana terakhir kerja sama tersebut dilaksanakan pada tahun 2011 lalu. Alasannya karena hingga kini belum ada penetapan kuota Jamkesda dari Pusat, sehingga Pemkab. Blitar hanya menganggarkan dana Jamkesda dan SPM sebesar Rp 8 miliar untuk RSUD Ngudi Waluyo Wlingi saja. (IM-Dishubkominfo)