FORMULA SERANGAN HAMA WERENG, WABUP TEKANKAN SAPTA USAHA TANI
Upload by - Senin, 19 Agustus 2013
Hasil panen padi petani di beberapa wilayah di Kabupaten Blitar kali ini kurang memuaskan. Pasalnya, padi yang siap panen sekitar 200 Ha diserang hama wereng. Itu artinya 1,6% dari seluruh luas wilayah pertanian atau 1.600 ha di Kabupaten Blitar terkena hama tersebut. Ini karena pengaruh musim penghujan yang cukup panjang. Solusi untuk mengatasi hal tersebut dengan aplikasi Sapta Usaha Tani. Ini mengemuka saat Temu Lapang/Panen Uji Varietas Padi di Bajang Talun, Senin (19/8). Para petani yang tergabung dalam beberapa Kelompok Tani antara lain, Marsudi Tani 4 dan 6 berkesempatan memanen padi mereka seluas 2 Ha secara simbolis dengan Wakil Bupati Blitar, H. Rijanto. Dalam kegiatan itu, orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini menegaskan, musim penghujan panjang memang mempengaruhi hasil produksi padi para petani. Selain itu memang ada serangan hama wereng di sejumlah wilayah. Untuk itu, Wabup berpesan petani harus jeli memilih bibit atau viarietas padi setidaknya yang tahan terhadap serangan hama. Yang terpenting lagi, Sapta Usaha Tani yang meliputi; Pengolahan tanah yang baik, pengairan/irigasi yang teratur, pemilihan bibit unggul, pemupukan, dan pemberantasan hama dan penyakit tanaman, pasca panen dan pemasaran. Jika ini benar-benar diterapkan oleh para petani Wabup optimis, hasil panen di Kabupaten Blitar akan semakin meningkat. Pasalnya, Kabupaten yang memiliki 22 kecamatan ini menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur yang ditargetkan mampu menyumbang sekitar 5 jt ton bagi ketahanan pangan nasional. Wabup berharap para petani dan pihak-pihak terkait bisa mewujudkan hal tersebut. Sebelumnya, Dr. Didik Harnowo Kepala BPTP Jawa Timur dalam sambutannya mengaku optimis jika Kabupaten Blitar bisa memenuhi target tersebut. Pasalnya para petani di wilayah ini mulai cerdas memilih varietas padi. Ditempat yang sama, Sri Handayani, Panitia Pelaksana Kegiatan itu mengatakan, kegiatan ini merupakan satu diantara program Litbang Pertanian Penciptaan Teknik dan Varietas Unggul Berdaya Saing. Penjadwalan Inovasi Pertanian pada program startegis nasional/daerah. Tujuannya sebagai contoh dan arena pembelajaran bagi pengelolaan tanam padi pada Sekolah Lapang PTT (SL-PTT), mengoptimalkan varietas adaptif spesifik lokasi yang dapat meningkatkan produksi, serta mengetahui respon petani terhadap pengembangan VUB pada sawah. Lebih lanjut dikatakannya, kali ini Dinas Pertanian yang bekerjasama dengan BPTT Jatim, BP4K/KKP yang dihadiri pula oleh pihak radio Pertanian Wonocolo Surabaya menegaskan, ada beberapa varietas yang diperkenalkan kepada petani antara lain: Hipa Jatim 2, Varietas Inpari 19, Inpari 18, Inpari 14, dan Inpari 10. (Humas)