DINAS KESEHATAN KAB. BLITAR SULIT DETEKSI PENDERITA TB

Upload by - Rabu, 25 September 2013

Mengacu pada target Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun 2013, bahwa masing-masing Kab/Kota diharuskan untuk dapat menemukan penderita tuberculosis (TB) dengan prosentase 70%, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar kesulitan mendeteksi penderita TB. Demikian diungkapkan Kabid Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kab. Blitar, Hari Purwanto. Menurut Hari, sampai dengan bulan Agustus 2013 lalu, Dinas Kesehatan Kab. Blitar baru berhasil mendeteksi keberadaan penderita TB mencapai 21,8%. Sulitnya mendeteksi penderita TB disebabkan privalancy penderita TB di Kab. Blitar sedikit, berbeda jika dibandingkan dengan kota-kota besar seperti Surabaya dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Selain itu, hal ini disebabkan juga oleh minimnya kesadaran masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit jika mengalami gejala TB, sehingga dari hasil pendataan baik di puskesmas ataupun rumah sakit, angka penderita TB sangat sedikit. Dimungkinkan ini juga tidak terlepas dari ketidaktahuan atau kurang pekanya masyarakat untuk mengenali ciri-ciri penyakit TB. Dikhawatirkan jika keberadaan penderita tidak terdeteksi secara maksimal, maka tanpa penanganan medis yang baik penyakit tersebut bisa semakin mewabah. Menurut Hari, penderita TB akan mengalami penurunan kekebalan tubuh, maka kemungkinan bagi mereka untuk terjangkiti virus HIV sangat besar, sebab virus tersebut sangat mudah menyerang manusia yang kekebalan tubuhnya lemah. Karenanya bagi penderita TB juga disarankan untuk memeriksakan diri di klinik VCT untuk mengetahui apakah mereka terjangkit virus HIV atau tidak. (IM-Dishubkominfo)