DINAS KESEHATAN KAB. BLITAR AKUI SULIT CAPAI TARGET PAD

Upload by - Kamis, 24 Oktober 2013

Berdasarkan hasil evaluasi PAD beberapa waktu lalu, hingga triwulan ketiga tercatat 7 SKPD belum mencapai target pendapatan yang diharapkan. Satu diantaranya adalah Dinas Kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Blitar Kuspardani mengakui, sulit bagi Dinas Kesehatan untuk dapat memenuhi target PAD 100% untuk tahun 2013 ini. Kendati sampai dengan bulan September lalu, penerimaan PAD Dinas Kesehatan sudah mencapai 69,3%. Inipun sebelumnya Pemkab. Blitar sudah mengurangi nilai PAD yang harus disetorkan Dinas Kesehatan dari dana Jampersal. Pada pembahasan APBD, awalnya dana Jampersal sebesar Rp 6,2 miliar ikut dimasukkan sebagai PAD, namun sesuai Surat dari Kementerian Kesehatan, dana Jampersal bagi bidan, klinik swasta tidak dapat dimasukkan dalam mekanisme APBD, melainkan langsung ditransfer ke rekening bidan atau klinik swasta bersangkutan, sehingga pada APBDP 2013, target PAD Dinas Kesehatan dikurangi sebesar Rp 4 miliar, menjadi Rp 4,1 miliar. Menurut Kuspardani, dimungkinkan tahun ini Dinas Kesehatan hanya mampu memenuhi target PAD sebesar 85% saja. Ini dikarenakan biaya rawat jalan bagi masyarakat di Puskesmas sepenuhnya ditanggung pemerintah, dan sudah berlaku sejak tahun 2006 lalu, sehingga puskesmas hanya dapat menarik biaya dari pasien non Jamkesmas, Jamkesda atau SPM berupa tindakan. Padahal jika dinominalkan, pendapatan yang dapat diperoleh dari biaya rawat jalan dalam satu tahun dapat mencapai Rp 3 – Rp 4 miliar. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, dari target PAD sebesar Rp 4,1 miliar, hingga bulan September telah tercapai 69,3% atau Rp 2,8 miliar dengan perincian diantaranya dari Jamkesmas sebesar Rp 1 miliar dan Askes sebesar Rp 750 juta. (IM-Dishubkominfo)